220314
Tuhan dan Harapan
Mungkin terlalu banyak air mata
yang ku tumpahkan untuk hal-hal yang mungkin tidak pantas aku tangisi. Mungkin.
Aku hanya merasa ada sesuatu yang salah pada diri ini. Entahlah.
Mungkin terlalu banyak dan luas
yang aku minta pada-Nya tanpa melihat siapa aku. Bukankah Tuhan mendenagr
setiap doa hamba-Nya. Setidaknya itu yang selalu aku yakini. Tapi, aku pun tahu
diri, siapa aku. Aku hanya bisa berharap apa yang aku minta pada-Nya suatu saat
nanti dapat terkabul. Nanti tentu saja di waktu yang tepat di waktu dimana aku siap
untuk menerima itu semua. Satu hal yang pasti, Tuhan tahu apa yang tidak kita
tahu. Jadi sekerasa apapun aku berpikir aku telah siap, mungkin menurut-Nya
kesiapanku baru 1 %. Dan untuk 100% aku tak tahu harus menunggu berapa lama
lagi. Yang dalam tunggu ku aku masih berharap dan yakin Tuhan akan memberikan
apa yang aku minta. Bisa saja dalam bentuk yang berbeda yang tak pernah kita
sadari.
Keadaan membuat aku terbiasa.
Tumpahan air mata setiap waktu, doa panjang yang aku untaikan, berjanji pada
diri sendiri, yakin seyakin yakinnya hati. Entahlah sudah berapa banyak yang aku
lakukan tapi tentu saja ini hanya perasaanku. Tuhan mungkin menganggap berbeda.
Melihat dari sisi yag berbeda. Apapun itu mungkin sudah saatnya aku berhenti
berharap. Terkadang muncul pikiran seperti ini tapi selalu dibarengi dengan “
kalau tidak pada Tuhan, kemana kau tujukan semua harapan-harapanmu itu?” Serba
salah memang. Kenyataannya aku masih disini. Mengadu pada Tuhan, berharap ia
mendengar apa yang ku ucapkan. Karena aku yakini tidak ada tempat lain selain
Tuhan untuk menujukan doa dan harapanku. Tempat paling tepat, Tuhan.
No comments:
Post a Comment