Thursday, October 8, 2015

Tuhan dan Harapan

220314
Tuhan dan Harapan
Mungkin terlalu banyak air mata yang ku tumpahkan untuk hal-hal yang mungkin tidak pantas aku tangisi. Mungkin. Aku hanya merasa ada sesuatu yang salah pada diri ini. Entahlah.
Mungkin terlalu banyak dan luas yang aku minta pada-Nya tanpa melihat siapa aku. Bukankah Tuhan mendenagr setiap doa hamba-Nya. Setidaknya itu yang selalu aku yakini. Tapi, aku pun tahu diri, siapa aku. Aku hanya bisa berharap apa yang aku minta pada-Nya suatu saat nanti dapat terkabul. Nanti tentu saja di waktu yang tepat di waktu dimana aku siap untuk menerima itu semua. Satu hal yang pasti, Tuhan tahu apa yang tidak kita tahu. Jadi sekerasa apapun aku berpikir aku telah siap, mungkin menurut-Nya kesiapanku baru 1 %. Dan untuk 100% aku tak tahu harus menunggu berapa lama lagi. Yang dalam tunggu ku aku masih berharap dan yakin Tuhan akan memberikan apa yang aku minta. Bisa saja dalam bentuk yang berbeda yang tak pernah kita sadari.

Keadaan membuat aku terbiasa. Tumpahan air mata setiap waktu, doa panjang yang aku untaikan, berjanji pada diri sendiri, yakin seyakin yakinnya hati. Entahlah sudah berapa banyak yang aku lakukan tapi tentu saja ini hanya perasaanku. Tuhan mungkin menganggap berbeda. Melihat dari sisi yag berbeda. Apapun itu mungkin sudah saatnya aku berhenti berharap. Terkadang muncul pikiran seperti ini tapi selalu dibarengi dengan “ kalau tidak pada Tuhan, kemana kau tujukan semua harapan-harapanmu itu?” Serba salah memang. Kenyataannya aku masih disini. Mengadu pada Tuhan, berharap ia mendengar apa yang ku ucapkan. Karena aku yakini tidak ada tempat lain selain Tuhan untuk menujukan doa dan harapanku. Tempat paling tepat, Tuhan.

No comments:

Post a Comment