Pembenaran
Rasanya
semua orang mencari “pembenaran” meskipun sebenarnya itu tidak perlu karena
memang begitu adanya. Salah.
Aku
lebih suka diam. Tidak mencari pembenaran meskipun orang-orang di luar sana
berpikir salah tentang aku. Pernah baca salah satu quote yang bunyinya ”diam
bukan berarti salah tetapi membiarkan kebenaran datang di waktu yang tepat”.
Ya, aku yakin kebenaran pasti akan datang di waktu yang tepat tanpa harus kita
bicara apa yang sebenarnya.
Terpojokan
dengan pikiran salah mereka tentang kita? Tentu saja. Tapi, apakah penting
memikirkan itu semua yang jelas-jelas bukan kita? Mereka tidak turut andil
dalam hidup kita, itu yang jelas. Biarkan mereka berpikir sebagaimana apa yang
mereka pikirkan. Kita? lanjutkan hidup. Masih banyak hal yang bisa kita lakukan
daripada harus meluruskan apa yang orang pikirkan tentang kita. Percuma. Toh,
ketika kita dianggap salah oleh orang lain sekeras apapun kita berusaha untuk
meluruskan itu tetap saja mereka akan tetap berpikir sama.
Ini
yang akan aku lakukan apabila ada orang lain yang beranggapan salah tentang
aku. Tapi, apakah sama keadaannya apabila pada kenyataannya yang beranggapan
seperti itu adalah seseorang yang sangat dekat dengan kita? Yang mungkin
mengerti kita lebih dari diri kita sendiri? I don’t know what should I do
No comments:
Post a Comment