Thursday, October 8, 2015

Ceritaku

Ceritaku…
Aku hanya butuh dimengerti. Tapi di dunia ini orang-orang sering kali menuntut untuk terus dimengerti tanpa pernah bisa mengerti. Seperti aku saat ini, butuh dimengerti. Ah, sekali-kali boleh bukan? Aku tidak menuntut, hanya sekali. Ya, sekali. Setelah itu biarkan semesta yang bekerja.
Andai aku tahu apa yang digariskan Tuhan untukku sebelumnya. Mungkin aku akan lebih siap  menerima in semua. Bukan masalah besar memang. Tapi bagiku apa yang terjadi padaku adalah rentetan panjang cerita pedih tanpa akhir, tanpa jeda. Sekali lagi ini menurutku. Orang yang melihat mungkin akan berpikir apa yang terjadi apa padaku hanyalah masalah kecil yang dapat terselesaikan dengan satu kedipan mata saja. Atau mungkin ada yang berpikiraan sama denganku? Cerita ini pedih?
Menguras air mata. Entah aku yang terlalu sensitive atau alur cerita yang terlalu dramatic, aku sering kali menghabiskan waktu bertanya pada Tuhan, pada diri sendiri yang selalu saja diakhiri dengan derai air mata.

Sesedih apapun ceritaku (menurutku) aku tetap harus menjalaninya. Merampungkan cerita demi cerita. Ada kontrak antara aku dan Tuhan yang harus aku selesaikan. Ini tanggung jawabku. Ini hidupku. Ini ceritaku.

No comments:

Post a Comment