Ceritaku…
Aku hanya butuh dimengerti. Tapi di
dunia ini orang-orang sering kali menuntut untuk terus dimengerti tanpa pernah
bisa mengerti. Seperti aku saat ini, butuh dimengerti. Ah, sekali-kali boleh
bukan? Aku tidak menuntut, hanya sekali. Ya, sekali. Setelah itu biarkan
semesta yang bekerja.
Andai aku tahu apa yang digariskan
Tuhan untukku sebelumnya. Mungkin aku akan lebih siap menerima in semua. Bukan masalah besar
memang. Tapi bagiku apa yang terjadi padaku adalah rentetan panjang cerita
pedih tanpa akhir, tanpa jeda. Sekali lagi ini menurutku. Orang yang melihat
mungkin akan berpikir apa yang terjadi apa padaku hanyalah masalah kecil yang
dapat terselesaikan dengan satu kedipan mata saja. Atau mungkin ada yang
berpikiraan sama denganku? Cerita ini pedih?
Menguras air mata. Entah aku yang
terlalu sensitive atau alur cerita yang terlalu dramatic, aku sering kali
menghabiskan waktu bertanya pada Tuhan, pada diri sendiri yang selalu saja
diakhiri dengan derai air mata.
Sesedih apapun ceritaku (menurutku)
aku tetap harus menjalaninya. Merampungkan cerita demi cerita. Ada kontrak
antara aku dan Tuhan yang harus aku selesaikan. Ini tanggung jawabku. Ini
hidupku. Ini ceritaku.
No comments:
Post a Comment