Wednesday, May 4, 2011

buat budiono (teman SMA saya, bukan wapres kita lho) mf namanya saya catut,,

ok kita mulai,,,
untuk kali ini aku mau nyritain tentang temen aku yang rajin banget ngirim sms ke semua temen satu kelas pas jaman SMA,, ok emang kadang sms nya ganggu si tapi banyk juga sms dia yang ngasih kita banyak pemikiran baru, tahu deh dia dapet kata2 dari mana,,
ok berikut beberapa sms yang Budiono (bukan wapres kita dan maaf namanya saya catut) kirimkan kepada rekan2 sekelas saya jaman SMA (sebut saja SONEC --> sosial one comunity, ok saya akui kedengeran norak) yang saya pikir bisa ngebuat kita berhenti sejenak dari rutinitas kita untuk sekedar ngebaca tu sms.
Pas kemaren hari pendidikan nasional dia ngirim sms kurang lebihnya seperti ini :
" apa ilmu itu berada di balik tumpukan sampah? kenapa selama masa kecil aku mencarinya tak pernah kutemukan di balik tumpukan sampah. Apa berada di balik kacamobil? tapi ribuan mobil tlah ku hampiri bersama gitar tua ini, tapi tak pernah ada, hanya ada koin2 kecil yang ku dapat yang biasa ku gunakan mmbeli makan, kadang juga ku dapat cacian, hinaan dan tangan kasar yang mendarat di pipi. Apa ilmu itu seperti itu ya? Tapi kata mereka yang di kota, ilmu itu bisa membuat kita mendarat di bulan. Apa iy? Kenapa aku tak pernah tau? Saat aku tanyakan pada ibuku, dia selalu bilang "jangan bicara tentang itu, yang penting kamu tidak kelaparan itu sudah cukup". Lapar? Rasa daging pun aku lupa. Ah itu tidak lah penting. aku hanya ingin tahu tentang ILMU. Setiap hari kuhabiskan waktu di mikrolet bersama bersama suara sumbang, berharap 1 diantara puluhan penumpang memberi tahu aku tentang ilmu yang slalu membuat malamku tak tenang. Di ujung gang ada sebuah rumah yang mereka sebut sekolah, katanya da banyak ilmu disana. Apa iya? seharusnya aku kesana. Tapi ibu slalu menangis saat aku bilang aku ingin pergi kesana. "Maaf, maaf " itu yang sallau aku dengar brsama suara serak ibuku, berlanjut kalimat " tak ada cukup uang untuk ibu mengantarkan kamu kesana".

aku tak menangis hanya merenunng dalam hati "apa harus kujual gitar ini? harta terakhir dan satu2nya yang aku punya?". Andai bapak tak pergi, andai aku punya cukup uang, pasti aku bisa kesana.

Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Kuarng lebih itu sms nya. Panjang dan cukup membuat kita tersadar bahwa di negara kita ini pendidikan itu tidak lah murah. Masih bayak saudara2 kita di luar sana yang tak seberuntung kita bisa menikmati bnagku sekolah. Untuk makan saja mereka harus berjuang. Sementara kita? Banyak hal yang mungkin tidak kita syukuri. Menganggap bhawa kita tidak seberuntung mereka yang bisa tinggal di rumah mewah, bisa naik mobil keluaran terbaru. Tapi satu hal ynag tak kita sadari, bahwa kita juga beruntung. Beruntung bisa tinggal di rumah meski tak semewah yang "mereka" punya, beruntung kita tidak perlu keluar uang berjuat untuk pajak kendaraan bermotor dan beruntung kita masih bisa sekolah, ya sekolah yangs ekarang telah pmenjadi barang mahal. Yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Ok, mungkin kita terlalu naif untuk mengaki ini semua. Tapi sadar lah hai jiwa muda bahwa untuk menikmati pendidikan yang seperti ini banyak perjuangan yang orang tua kita lakukan. Apa kita pernah sadar tentang hal itu?
Ok sudah saatnya kita untuk mencoba lebih rajin dibanding sebelumnya. Berpikir bahwa tidak semua orang bisa menikmati pendidikan seperti kita so ga boleh males2an lagi.
Terima kasih buat Budiono yang telah sedikit menyadarkan saya tentang semua ini.
Lanjutkan ngirim sms nya bud!!!!!!
hehheheh

ok itu salah satu SMS sebenernya masih banyk tapi sambung lain kali ya,,
:)

No comments:

Post a Comment